Postingan

[ Ngopini ] : Sertifikasi Nikah... Syarat Wajib, Syarat Sah, atau Sunah?

Gambar
Obrolan pagi ini diawali dengan julid-an Mamak soal anak tetangga yang baru saja masuk kuliah a.k.a. maba, tapi justru mau melangsungkan prosesi lamaran. Apakah memang sudah menjadi naluri mamak-mamak nggak bisa untuk tidak berkomentar soal kehidupan orang luar? "Lha neg wis ngono kuwi lak yo rasah kuliah wae to?" ungkap Mamak berapi-api. Jika sudah begitu saya dan Bapak hanya mendengarkan, sesekali tanya kalau kepo. Atau menanggapi untuk sekadar ' nglegani '. Kadang kalau julid-nya kelewatan saya atau bapak menegur: "Tiati lho, Mak weki ra ngono kui...." "Hayo suudzan... suudzan...," yang sering saya katakan sambil nunjuk-nunjuk Mamak setengah tertawa. "Ngko awakdewe yo marai diomongke uwong lho, Mak...." Lalu mamak sambil mecucu pun mutung, "Yowis! Rasido cerita!" Dan segala tanggapan-tanggapan lain yang menunjukkan seakan-akan Mamak adalah orang paling berat dalam menanggung dosa ghibah. Seakan l...

[ Ngoceh ] : Tentang Dendam, Orang yang Tersakiti, dan Bias Konfirmasi

Gambar
Ini adalah sebuah random talk tentang: Dendam. Entah kenapa sekarang saya jadi tidak bisa woles dengan tingkah/perilaku seseorang setelah sebelumnya, saya adalah orang yang cinta damai. Selow. Biasa aja. Kayak Pak Jokowi. Bahkan sangat berbakat untuk bersikap ‘seakan tak terjadi apa-apa’ kepada yang menyakiti. Namun akhir-akhir ini, saya sedikit putus asa dengan human being s . Gampang down karena perlakuan/komentar orang, bahkan kadang, sekalipun itu tidak ditujukan pada saya . Overthinking! Segala perlakuan orang lain terhadap saya di masa lalu seakan ter- recall tanpa komando akibat terstimulus oleh beberapa hal yang saya rasa dan saksikan belakangan. Benci pada orang-orang yang tidak bisa memahami orang lain, tidak bisa selow, terlalu membesar-besarkan keburukan suatu hal, bersikap seolah-olah dia tak pernah melakukan kealpaan sama sekali, atau tidak akan pernah melakukan kebodohan serupa di masa depan, atau – lagi – tidak akan melakukan hal teledor – dengan kata lain ...

[ Ngopini ] : Justifikasi Bisa Melukai. Anda Merasa Suci? Baca Ini!

Gambar
Dua hari yang lalu, saya memposting story Whatsapp yang intinya berisi beberapa fakta yang dimiliki mahasiswa calon guru matematika untuk melawan mitos: guru matematika adalah guru paling galak sedunia. Sontak beberapa adek saya-sebut saja murid saya ketika PLT kemarin, dan juga beberapa teman saya mengomentari. Sebagian besar bilang bahwa mitos itu bukan sekedar mitos, tapi memang benar adanya. Sebuah kesimpulan yang diperoleh berdasarkan pengalaman mereka selama ini. Namun tentu saja, kesimpulan itu tidak bisa diatasnamakan secara global, karena guru-guru yang mereka temui hanya sekedar sampel. Apa, sih. Sok-sok matematis. Oke, serius. Jadi ada satu jawaban dari seorang murid yang membuat saya agak berpikir dan merenung. Fyi murid saya waktu PLT kemarin adalah murid SMA. Dia berkomentar, “Kalo buat mbak Rini mitos, tapi kalau buat yang lain fakta.” Hmmmm. Dengan cepat saya membalas, “ Lho , don’t judge the book by its cover, dek .” “Kenyataan kok, mbak,” katanya ngeye...

[ Ngoceh ] : Soal Kejenuhan, Pernikahan, dan Kesendirian

Gambar
Dua minggu yang lalu tepatnya satu hari sebelum tanggal 1 Oktober, teman saya yang sama-sama suka nulis dan sering berpacu dalam hal tulis-menulis menantang saya untuk mengadakan program untuk diri sendiri ala-ala InkTober. Nulis di blog selama sebulan penuh, katanya. Membayangkannya saja saya seperti ingin gumoh . Karena sampai sekarang pun, motivasi saya nulis hanyalah ‘pengen’, atau ‘ngebet ingin menyampaikan sesuatu’. Kalau untuk sesuatu yang mengikat, saya angkat tangan. Bahkan program #7HariBerkisah yang selalu saya lakukan tiap akhir semester, kemarin tidak terlaksana. Mungkin energinya sudah habis buat nulis #MembunuhPerasaan. Tapi saya berjanji pada diri saya sendiri tidak akan membiarkan #7HariBerkisah musnah begitu saja. Singkatnya, sehari setelah teman saya menawarkan program tersebut, dia langsung membagikan link postingan barunya. Gercep , batin saya. Langsung saja saya meluncur dan membaca tulisannya karena kebetulan saya butuh hiburan waktu itu. Coba baca, tulisan...

[ Ngoceh ] : Sepenggal Kisah di Dua Pekan Awal

Gambar
“Ya memang, awal-awal jadi guru pasti kamu akan idealis. Tapi, lama-lama kamu akan capek menyaksikan kondisi dunia pendidikan yang sebenarnya. Miris, mbak. Yang ada cuma jengkel. Apa-apa serba salah, banyak tuntutan, banyak tekanan. Yang ‘luweh’ bakal ‘cari aman’, hanya sedikit yang masih bisa ‘tahan’. Pendidikan karakter digembor-gemborkan di kelas, tapi pelaksanaan sistemnya sama aja. ” -Seorang guru, 2018. Baru dua pekan kira-kira, aku-saya-gue-ai (terserah saya mau nyebut diri sendiri apa. Dulu-dulu sih ‘aku’, akhir-akhir ini ‘saya’, tapi untuk saat ini kayaknya pengen ‘gue’ aja. Because this post is classified to ‘ngoceh tegangan tinggi’. Biar mantep gitu, nge- feel . Tapi sepertinya nggak cocok juga. Nggak cocok dengan kepribadian saya yang kalem (?) Saya yakin kalau teman-teman saya baca ini akan protes. Tapi biar saja, iri tanda tak mampu. Intinya, saya lebih suka ‘saya’. Lebih romantis.) menjalani Praktik Lapangan Terbimbing di salah satu sekolah menengah atas. Untuk s...

[ Lagi Bener ] : (Bukan Lagi) Sebuah Rahasia

Gambar
Petang ini, saya terkapar tak berdaya di ruang tengah. Letih. Bahkan mata saya sempat kunang-kunang dan bisa merasakan aliran darah yang menyebar di sekujur tubuh saya sendiri, adem-panas kalau orang bilang. Mata saya membuka, menerawang,  karena ketika mencoba menutup, kepala saya justru terasa pusing dan suara-suara nyaring berdenging memenuhi gendang telinga, tak peduli bahwa saya tersiksa karenanya. Akhir-akhir ini saya merasa otot-otot saya begitu lelah, tengkuk-lengan-kaki, seluruh tubuh tanpa kecuali. Mungkin kelelahan itu yang membuat berat badan saya turun, setelah sempat naik beberapa hari sebelumnya. Entah apa korelasi antara kelelahan dengan turunnya berat badan, tapi perlu dicatat bahwa itu hanya kemungkinan… oke? Hal itulah yang mengukir kesedihan yang sungguh sangat dalam. Lebay? Tidak! Ini serius! Bagi saya, kehilangan berat badan sekecil apapun sangat membuat saya sedih, karena saya sudah bekerja keras untuk mencoba menaikkan berat badan. Kemarin, saya lega bi...

[ Membunuh Perasaan ] : Kematian 'Si Pembuat Ulah'

Gambar
 EPISODE 1 | EPISODE 2 | EPISODE 3 Saya bukan perempuan serba kuat, yang dengan mudah bisa rela dan ikhlas begitu saja. Kadang rasa ini masih dikotori oleh perasaan egois, yang sebenarnya sangat tidak layak saya miliki. Merasa cemburu itu wajar bukan? Tapi saya tidak berhak merasakan hal itu sama sekali. Kenapa? Karena kamu. Bukan. Milik saya. Hal itu lah yang membuat saya cepat-cepat ingin menyingkirkanmu dari hati saya, pikiran saya, bahkan mata saya. Kata orang, jatuh cinta itu tidak pernah tepat waktu. Ketika kamu jatuh cinta pada seseorang, belum tentu orang yang kamu jatuhi cinta itu juga merasakan hal yang sama. Maka saya anggap ini bukan waktunya. Dalam masa melepaskan diri darimu itu, saya membutuhkan teman untuk membimbing saya. Pada suatu malam, saya jujur pada salah seorang teman, “Aku lagi pengen… ngelupain seseorang.” Teman yang menjadi karib saya sejak SMA itu mengernyitan dahi, “Maksudnya?” “Memutuskan harap pada manusia,” ungkapku dengan napa...