Postingan

Menampilkan postingan dengan label islam

[Ngoceh] : Stay Posthink!

Gambar
Setiap orang punya pilihan hidup masing-masing. Pilihan dalam hal cara pandang, cara menghadapi masalah, cara bergaul, berteman, apapun. Dan… kita nggak bisa nyalahin orang lain atas apa yang mereka pilih. Kita cuma bisa ngarahin dia pada suatu pilihan yang baik menurut sudut pandang keilahian. Uweee. Apa sih. Bentar, bentar. Maaf udah ngebuat temen-temen semua mengernyitkan dahi karena paragraf yang njlimet itu. Kalau nyambung ya syukur, kalau enggak ya ngga papa. (Mulai nggak penting). Ehm. Pernah nggak punya pandangan dan cara menyikapi suatu hal yang berbeda dari orang lain? Dan ketika kamu lakuin itu… rasanya… seperti ada yang membisiki bahwa kamu… beda dari orang-orang di sekitarmu. Kamu beda. Kamu beda. Parahnya, timbul pemikiran bahwa kamu nggak layak bersama atau tetap berada di tengah-tengah mereka lagi. Sering hati kamu berontak, merasa tidak nyaman berlama-lama dengan mereka. Sesungguhnya… siapa yang salah? Kamu… atau mereka yang tak mampu menjadi ...

[Muisi]: Untuk Siapa

Gambar
Lelaki tua penjaja koran Berdiri tegak di pinggir perempatan Meluncur dari mulutnya sepotong-sepotong berita untuk membangkitkan rasa penasaran Tak terlihat keberatan Terhadap apa yang harus ia lakukan Kemudian aku bertanya... Sebenarnya, Untuk siapa semua ini ia lakukan? Perempuan tua pembawa kipas Ditebasnya asap yang membumbung dengan ikhlas Berharap daging-daging  yang ditusukinya segera melunak Bumbu kacang ia lumurkan dengan sangat pas Siang malam memikul tampah di atas kepala Berjalan dengan tawadhu' dan khusyu' Berkeliling ke desa-desa Melayani perut-perut manusia Sejenak, kemudian aku bertanya... Sebenarnya, Untuk siapa ia lakukan ini semua? Lelaki tua pembawa sapu Pagi, siang, sore, terus bergelut dengan debu Dengan sabar, ia sisir aspal jalanan Menyingkirkan daun-daun yang berguguran Baginya, menyenangkan hati orang adalah kebaikan Maka ditatanya jalanan-jalanan Agar sedikit lebih indah untuk dipandang Lama aku mengamatinya hingga hatiku ...

[ Inilah Aku! ] : Kita Hidup Butuh Orang Lain

Gambar
      “Hakekat manusia sebagai makhluk sosial ini, maksudnya adalah bahwa seorang individu tidak mampu memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain... jadi....”       Hoahhh... aduh, dengerin Bu guru dari tadi ngantuk juga lama-lama. Wettsss... jangan ditiru! Ini adalah kebiasaan buruk yang tidak patut terlabel pada diri seorang siswa. Oke? Oke? Sipp!! Tapi, bener juga tuh si Aristoteles mengatakan manusia sebagai makhluk zoon politicon . Tidak dapat hidup tanpa orang lain. Wuahhh... so swiit banget! :D Tapi beneran temen-temen! Cerita ya... Ketika itu, aku ditinggal Ibu dan adikku ke tempat keluarga Magelang sono. Yah... gitu, deh. Ngapa-ngapain harus sendiri. Ya ampun... padahal waktu itu kegiatan sekolah lagi padet-padetnya. Pulang sekolah, langsung praktikum, ngerjain tugas, Pe-eR, belum juga kalau ada ulangan. Hmmm... dan pada waktu itu ulangannya ngantri beruntututan. Haduh... baru aja pulang sekolah, si buku su...

[ Inilah Aku! ] : The Real Of Love

Gambar
Di tengah malam, aku terbangun. Entah, akhir-akhir ini aku merasa ada sebuah kekuatan yang selalu membangunkan aku. Tapi kali ini karena rasa sakit yang kurasakan. “Hhh....” Desahku sambil menahan rasa sakit. Kepalaku berdenyut hebat. Tulang-tulangku terasa nyeri dan terasa sakit bila kugerakkan. Badanku begitu remuk, bak sehabis jatuh dari ketinggian ribuan kilometer dan terhujam di bebatuan yang amat curam. Otot-ototku terasa kaku. Tiba-tiba, denyutan itu kian menggila. “Mak...,” panggilku pada ibuku dengan berat. Tak ada jawaban. Terang saja, semua tentu tertidur lelap di tengah malam begini. Namun aku berusaha memanggil ibu kembali. Kali ini, ia menyahut. Terdengar bunyi langkah kaki menuju kamarku. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa keperbuat hanyalah mengeluarkan desahan. Mendengarnya, Ibu memegangi kepalaku. Entah mengapa, aku merasa lebih baik saat itu. Dia bergumam, entah apa. Yang itu membuat telingaku ikut nyeri dan berdengung. Ibu berjalan dan menuju alma...

[ Inilah Aku! ] : Lakukanlah Walau Sampai Terkesot-Kesot

Gambar
Pening begitu kuat aku rasakan. Jari-jariku seakan ingin lepas dari telapakku. Begitu pegal amat-sangat. Punggungku begitu remuk. Seakan tak kuat lagi untuk menegakkan badanku. Namun semua itu aku tahan. Terus aku tahan sampai selesai nanti. Aku tak peduli. Yang penting... ini semua harus jadi. Malam ini! Aku tetap bertahan, terus bertahan, hingga akhirnya... huaahhh. Akhirnya! Selesai! Oke, itu alay. Tapi siapa yang tahu sob kalau semua itu pernah engkau rasakan? Kalian rasakan!? Menyelesaikan segala sesuatu harus pada saat itu. Yang tadi itu adalah aktivitasku. Target menulisku. Aku bertekad pada suatu pagi, hari ini pasti rampung! Padahal nih... baru sampai klimaks. Gila banget, kan? Gimana coba penyelesaiannya? Tapi, hari ini ya hari ini. Tak paksain ni otak. Juga jari, beserta tubuhku. Semua! Mereka kuajak bersusah payah merampungkan novelku. Kurang kerjaan banget, kan? Besok pagi aja bisa. Kan masih ada libur seminggu lebih tu. Eeitts! Komitmen ya tetap komitmen. Yah....

Ini...?!!

Gambar
Dan ketika aku mendapati ayat yang satu ini... brr! Daku bertanya-tanya, sebenarnya hidupku itu untuk apa? Ngomong-ngomong kerajaan Allah, aku jadi teringat surga. Kerajaan paling indah yang dahsyatnya luar biasa. Meskipun belum pernah touring ke sana (eh?).    Lagi-lagi hidupku itu untuk apa? Ketika sholat udah nggak konsen. Nggak peduli lagi akan kewajibannya... lagi-lagi aku bertanya : sebenarnya hidupku untuk apa? Dan aku menganga saat membaca ayat selanjutnya : “ Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tepat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka medengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara, Hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?” Cukup! Nggak kuat ...

Lembaran Muhasabah Nggak Penting

Teringat postingan jaman dulu yang super-duper alay! :P Malu sih kalau baca. Kok bisa ya aku dulu memproduksi tulisan kayak begitu. Hmmm, tapi... orang kan punya fase-fase sendiri lah ya. Dan paling juga itu fase ke-alay-anku. Oke, cukup. Di postingan kali ini, aku akan mengutarakan sesuatu *ehm Suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju... begitulah aku. Baik mulai! Rasanya aku udah hidup di dunia selama 16 tahun lebih. Dan aku merasa dari perjalanan hidupku itu : aku nggak dapet apa-apa. “Belum dapet apa-apa” lebih tepatnya. Sebenarnya, hidup ini untuk apa sih? Jika mau menilik Al-Qur’an *lupa surat dan ayatnya* tujuan hidup kita sederhana : beribadah kepada Allah. Tapi, yang kebanyakan kita dilakukan selama ini? jauh dari “beribadah kepada Allah”. Lagi-lagi lebih tepatnya aku, bukan kita. Emm, jadi kepikiran ini : Fastabiqul Khairat! Berlomba-lomba dalam kebaikan itu, berlomba-lomba untuk mencapai ridha Allah dan hanya mengejar Rahmat-Nya. Ya, hanya Dia....

Never Give Up!

Berhasil memang sangat manis. Tapi kegagalan bagiku lebih manis. Gagal bukan berarti akhir dari segalanya. Karena bagiku, gagal adalah pelajaran untuk menuju sebuah kesadaran akan ketidaksempurnaan diri. Betapa diri ini lemah tak ada daya. Kita sering gagal di dunia. Bukankah tak masalah kawan? Karena gagal di akhirat akan lebih menyakitkan. Gagal bukan berarti kita tak mampu melakukannya. Justru itu adalah sebuah pintu untuk kita bisa meraih apa yang ingin kita raih. Karena dengan kegagalan yang pernah kita rasakan, kita akan menjadi pribadi yang lebih bijak. Dan hari ini aku gagal. Tapi aku tak begitu mempermasalahkan. Karena aku telah berulangkali mendapatkan itu. Dan aku tak akan pernah mundur hanya karena : gagal. :D "Allah tahu yang terbaik untuk kita"

Dzikrullah di Mana pun dan Kapan pun

Rabu, 17 April 2013 Siang ini, panas tak begitu menyengat. namun, mampu membuatku malas untuk pergi ke luar rumah. tapi aku harus keluar hari ini. yupp! aku harus kerjakan tugas-tugasku. ke warnet, sob! dalam perjalanan, entah apa yang kufikirkan. tapi, kejadian itu benar-benar tak ku sangka. ketika aku hendak melewati warga yang sedang panen di tepi jalan raya, stang sepedaku tergesek oleh sebuah mobil putih dan membuatku terpental di tengah jalan raya. hahhh... betapa kagetnya. aku tak apa-apa. hanya saja... satu pelajaran buatku : ingatlah Allah kapanpun dan di mana pun. sekali hati ini lalai, jangan heran akan musibah yang kan menimpa. karena keselamatan hanya di tangannya.

Pertapa Wiradaya 2012

Pertapa Wiradaya “Teguh Hati Bakti Diri Ikhlas Mengabdi Ibu Pertiwi” Assalamualaikum... Wola... pada kesempatan kali ini, ane mau sharing, nih! Ciaaahhh... disimak atau kagak itu terserah antum J . Dikunjungin aja uda makasih! Hihi. Maklum... ana bloggist baru (Ngaco nih... bloggist apaan?). Udah deh, ya! Pada Hari Sabtu, 10 November 2012 (dah kadaluarsa, ya?) aku ikutan PERTAPA WIRADAYA. Hah?? Apaan, ntu? Ada yang tahu?? Haha... itu tu sebenarnya singkatan. Kepanjangannya perjalanan tapak tilas para pejuang, perwira budaya. Eehhh... ngaco! Beneran itu ngaco! Ane lupa! Hihi. Bukan! Pokoknya bukan itu. Ya intinya, perjalanan yang dilaksanakan dengan maksud mengenang perjuangan para pahlawan. Yang mana di daerah ane itu Jendral Soedirman. Dan rutenya juga dilewati Jendral Soedirman waktu perang gerilya. Tujuannya   gubug pramuka imogiri, di mana Jendral soedirman pernah singgah di sana. Jadi ane kudu jalan dari Paseban (Nggak tahu, ya? Duh... gimana sih lu, gan! Kantorny...