Postingan

[ Ngoceh ] : Ngomongin Proyek

Gambar
Voila! Akhirnya, Rini datang kembali dengan pesona yang tak pernah mati. (muntah berjamaah) Akhirnya Ujian Nasional sudah berlalu. Awal-awal libur sih masih biasa, masih bisa menikmati. Tapi makin ke sini, kok makin mboseni ? Setiap kali beroleh kesempatan sendiri, selalu saja pikiran ini terbayang-bayang oleh masa-masa yang sudah berlalu. Rasanya otak dan hati campur aduk. Seneng? Bahagia? Sedih? Galau? Bingung? Entahlah. Mungkin percampuran antara semuanya. Dan aku kemudian berpikir... hei! Hal besar apa yang sudah kulakukan di SMA ini? Dan aku mulai merasa payah ketika kutemukan jawaban : nothing . Minggu-minggu setelah Ujian Nasional, aku malah sering merenung.   Seperti berpikir... sumpah?? Ini udah selese!?? Aku nggak lagi lucid kan, yaa? Di mana ini adalah mimpi dan aku bisa mengatur mimpi ini sekehendakku, seperti yang kulakukan saat ini . Tapi ketika kutanyakan kepada teman-teman pertanyaan yang sama, mereka bilang : BENERAN! KITA UDAH NGGAK SEKOLAH LAGI! ...

[Ngoceh] : Pilihan?

Gambar
Apa salahku sejak awal tidak memiliki cita-cita besar? Akhir kelas XII ini, lebih sering merenung... dalam hal apapun! Tentang masa-masa yang sudah berlalu, tentang perjuangan di masa putih abu-abu, ujian, kuliah, nasib, masa depan bahkan jodoh. Eh (Abaikan yang terakhir). Masa SMA itu... masa yang apabila dikenang, memiliki kesan tersendiri. Di sini aku nemuin temen, jati diri, dan pandangan hidup yang sesungguhnya. Di awal masuk masih banyak sih yang labil, termasuk aku mungkin. Tapi makin ke sini, ternyata setiap pribadi mulai punya prinsip masing-masing. Termasuk prinsip dalam menentukan jalan hidup *astaga apa lagi ini* Pokoknya, kedewasaannya anak-anak SMA itu bisa aku lihat dan rasakan di akhir kelas tiga. Beneran. Walau pada kenyataannya masih alay-alay gitu, seenggaknya mereka udah bisa nentuin pilihan. Kapan waktunya jalan pas di lampu merah atau sekadar nentuin waktu yang tepat buat PDKT sama orang yang diincer sejak pertama kali menginjakkan kaki di gedung SMA. Ha...

[Muisi] Cinta yang Agung-nya Kahlil Gibran

Gambar
CINTA yang AGUNG Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya.. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’ Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI .. Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati bersamanya… Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh -Khalil Gibran- P.S. : Helo! Lagi seneng sama puisi, nih. Lebih kurang, dia bisa mengayakan jiwaku yang lagi kering kerontang. Setiap aku baca bait demi bait puisi dari para pujangga besar, entah mengapa selalu ada kepuasan tersendiri. Selalu terselip rasa bahagia - walau itu kecil setelahnya. Dan inilah puisi yang paling mendamaikan batinku.  Ad...

[Muisi] : Semut Kecil

Apa daya semut kecil ketika kaki-kaki manusia siap melindas tubuhnya? Bukannya aku mampu melepas dahaga ketika haus, Melainkan jernihnya air telah tersedia dengan cuma-cuma Bukannya aku mampu mendatangkan makanan ketika lapar, Melainkan lezatnya hidangan telah tersaji di meja makan Semut hitam yang kecil Ia terlemah dari yang terlemah Terkerdil dari yang terkerdil Maka, apa daya semut kecil ketika kaki-kaki manusia siap melindas tubuhnya? Dan ingatlah, Bahwa sesungguhnya Segala sesuatu berjalan atas kehendak-Nya Maka keadaan yang bagaimanakah yang luput dari kuasa-Nya? Semut kecil, Ketika Dia menginginkan si semut terinjak, terinjaklah ia Menjemput si semut ke alam yang lebih nikmat, Ke alam yang tak pernah membuatnya susah lagi paya Namun ketika Dia menghendaki si semut selamat, maka selamatlah ia Berlari menjauh, cepat, dan sigap Kepada seekor semut, Dia peduli. Maka apakah yang membuat manusia putus asa ketika ditimpa cobaan yang bertubi-tubi? Tid...

Catatan Telat Akhir Tahun

Gambar
Halo :) Pas lihat tanggal, ternyata ini udah 2015. SELAMAT TAHUN BARU! Walau telat, tapi nggak apa-apa, dong ~tsahh Lihat blog archieve, aku termenung. Selama dua bulan aku nggak posting apa-apa ternyata. Dan semoga tidak ada yang merindukan aku. Halah. Apa pentingmu sih?! Oke, sebenarnya tulisan ini lebih ngeh kalau diposting pas tahun baru kemaren. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan (karena ketika tahun baru kemarin justru disambut dg TO PEMDA 2 yang cukup gila) maka sekaranglah aku memperoleh kesempatan ini. Kenapa lebih tepat diposting pas tahun baru? Karena ini semacam evaluasi gitu Bukan evaluasi untuk diriku sendiri sih, tapi untuk proyek-proyek menulisku, baik yang sukses rampung, mangkrak, atau bahkan gatot. So, ini dia! 1. AX4E  Boleh dibilang, ini proyek yang paling berharga. Betapa untuk menyelesaikannya butuh perjuangan yang mahadahsyat. Bertempur dengan kemalasan, kepesimisan, dan kondisi lingkungan sekitar. Rencananya, cerita yang ada di AX4E aku buat b...

SO7 : Pertama dan Selamanya

Gambar
Diakui atau tidak, semua orang pasti pernah yang namanya ngefans sama orang. Melewati masa-masa mengagumi idol, mengimitasi, mengikuti, bahkan memuja tokoh-tokoh terkenal yang biasanya sejenis artis atau penyanyi. Buatku ngefans sama orang itu wajar-wajar aja. Kenapa? Karena aku pernah ada di posisi mereka :p Sheila On 7? Sebenarnya ngefansku pada mereka terjadi secara tidak sengaja. Berawal dari kelas tujuh SMP, waktu itu guru Bahasa Indonesia nyuruh kami buat nulis surat untuk idola. Aku yang notebene nggak mengikuti perkembangan zaman, bahkan penentang aliran idolisme garis keras, langsung bingung, panik, gigit jari, sampai pengen jambak rambut kuntilanak saking frustasinya. Aku bener-bener nggak punya idola waktu itu selain Rasul dan Bapakku. Sumvih! Masak iya nulis surat buat Rasul? Rasul emang bisa Bahasa Indonesia? Lagipula beliau sudah meninggal sejak berabad-abad lamanya. Nulis surat buat Bapak? Hello... syaratnya kan orang terkenal... siapa coba yang kena...

[ Inilah Aku! ] : Kita Hidup Butuh Orang Lain

Gambar
      “Hakekat manusia sebagai makhluk sosial ini, maksudnya adalah bahwa seorang individu tidak mampu memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain... jadi....”       Hoahhh... aduh, dengerin Bu guru dari tadi ngantuk juga lama-lama. Wettsss... jangan ditiru! Ini adalah kebiasaan buruk yang tidak patut terlabel pada diri seorang siswa. Oke? Oke? Sipp!! Tapi, bener juga tuh si Aristoteles mengatakan manusia sebagai makhluk zoon politicon . Tidak dapat hidup tanpa orang lain. Wuahhh... so swiit banget! :D Tapi beneran temen-temen! Cerita ya... Ketika itu, aku ditinggal Ibu dan adikku ke tempat keluarga Magelang sono. Yah... gitu, deh. Ngapa-ngapain harus sendiri. Ya ampun... padahal waktu itu kegiatan sekolah lagi padet-padetnya. Pulang sekolah, langsung praktikum, ngerjain tugas, Pe-eR, belum juga kalau ada ulangan. Hmmm... dan pada waktu itu ulangannya ngantri beruntututan. Haduh... baru aja pulang sekolah, si buku su...