Postingan

[Ngopini] : Nggak Ada Ide Buat Judul

Gambar
“Kalau semua orang di dunia ini baik, maka pada saat itulah sebenarnya, tidak ada lagi orang baik.” Well , masih ada yang bingung sama premis di atas? Premis? Apasih. Oke oke, kita ganti kata premis menjadi pernyataan. Maafkan aku membawa-bawa bahasan matematika di sini. Oke. Kalau semua orang di dunia ini baik, maka sebenarnya pada saat itu, tidak ada lagi orang baik. Kenapa? Gini deh... orang itu dikatakan baik karena apa? Karena ia memiliki sifat positif. Memiliki kelapangan hati, kesabaran multi, kepekaan sosial yang tinggi, dan segala sifat-sifat lain yang kita kategorikan sebagai sifat orang baik. Mari kita bahas satu persatu. Kelapangan hati itu ada, karena ada suatu kejadian yang menguji kelapangan hati kita sebelumnya. Semacam cobaan. Dan cobaan itu bermacam-macam. Salah satunya disebabkan oleh sifat buruk manusia bernama “nyebelin”. Kalau orang itu udah memiliki segel nyebelin, apapun yang dia lakukan pasti akan terlihat dan terasa nyebelin. Nyusahin, nggampangin,...

[Ngoceh] : Ini Ngigau Atau Apa... Entah

Ketika pada nyatanya, hidupmu tak se- wonderfull cerita-cerita yang selama ini kau tulis, bagaimana perasaanmu? Adalah aku, berkali-kali merajut kalimat untuk mengeluarkan kisah-kisah yang hidup dalam pikiranku. Berkali-kali cerita seru, menegangkan, bahkan menye-menye aku tulis dengan penuh perasaan. Tak jarang aku tertawa ataupun menangis gara-gara tulisanku sendiri. Dan betapa... hidup tokoh-tokoh khayalanku itu indah... pada akhirnya. Their daily life is never flat . Kemudian, bagaimana dengan hidupku sendiri? Menanyakan itu pada diriku sendiri membuatku tersenyum kecut. Abstrak. Sulit dijelaskan. Karena apa ya? Konflik hidupku... itu-itu aja. Suatu saat, aku membayangkan bahwa aku adalah seorang tokoh utama dari sebuah novel yang dikarang oleh seseorang. Aku penasaran... kira-kira, akhir seperti apa yang pantas untukku? Dan sebenarnya... kisah yang aku lalui ini termasuk genre apa? Inspiratif, kah? Religi? Komedi? Atau malah Romance? Jikalau hidupku ini t...

Sepenggal Cerita di Suatu Tempat

Kawan, izinkan aku menceritakan sebuah kisah. Bukan. Lebih kepada seseorang. Bahwa di sebuah kampus tempatku menimba ilmu, ada sebuah tempat para mahasiswa-mahasiswa memuaskan perut mereka. Sebut saja tempat itu foodcourt. Kesenjangan pengunjung dapat dilihat dengan mudah. Yang laris terlalu laris (sampai beberapa kali harus menunggu lama banget-nget-nget saking antri pesanannya), dan yang sepi juga terlalu sepi. Sampai kau tahu kawan? Baru saja aku berdiri di depan kedai mereka, si penjual dengan ramah lagi riang gembira menyambutku, menanyakan dengan perhatian terhadap apa yang ingin kupesan. Hmm. Itu sedikit membuatku... ternyuh. Dan kawan, ada beberapa yang seperti itu memang. Riil. Nyata. Sungguhan. Bener. Suwer. Namun, ada satu yang membuatku terkesan. Membuatku hatiku terasa tentram karena bahagia ketika mengingatnya. Yah, memang seperti itu kan kebaikan? Menenangkan dan membuat bahagia walau kita bukan sebagai pelaku atau sasaran kebaikan itu. Melihat orang berbuat baik saj...

[Ngoceh] : Ngomongin Ujan

Helo world! Nice to meet you again :) Ngomong-ngomong sekarang musim ujan, ya? Kalau ujan, seneng pake payung apa pake mantol? (Apasih). Bukan apa-apa. Hanya saja... ketika hujan, aku jadi merindukan sesuatu. Ehm. Rindu merangkai kata. Karena aku merasa bahwa, hujan selalu membuat kelenjar kosakataku lebih bebas berpetualang (?). Entahlah, mungkin karena efek ketenangan yang dibawa oleh salah satu bentuk rahmat Tuhan yang satu ini. Damai. Dan suasana semacam itulah yang aku rindukan. Karena sekarang, sungguh jarang aku merasakan kedamaian dalam menulis. Buka buku mau nulis apa gitu, kepikiran tugas. Buka ms word mau merancang postingan blog, kepikiran urusan lain yang belum aku selesaikan. Baru tertulis satu kata hendak bercerita, tergusur oleh kegiatan lainnya. Dan akhirnya, satu kata yang harusnya menjadi sebuah prosa atau semacamnya jadi terlupakan. Namun kini, hujan memberikanku sesuatu yang aku butuhkan: kedamaian. Seakan tugas dan segala pekerjaan yang belum kuselesaika...

[Ngepoem] : Letter to Someone

Dear Someone, I wanna tell something to you. Something that feel difficult to share to another one. Something that make me feel very down. Something that very difficult to define Something that make me very shy if i tell it to my God Something that I just want to share to someone called you. Can you guest and imagine this something? I wish you can... But unfortunately, I couldn't find this someone yet. I don't know. I just hope that... Someone who I looking for is reading on it. So this one can know that someone who I hoped is YOU.

[Ngoceh] : Cerita (Singkat) Awal Semester

Mungkin... kebosanan ini dikarenakan kepasifanku. Mungkin juga karena kemalasanku.... Atau... ketidaknyamananku terhadap lingkungan baru? Kamis, 8 Oktober 2015 Sudah lama hari-hari yang terlewati ini kusimpan sendiri. Bukan karena tidak ada hal seru yang bisa kubagi. Melainkan karena ada banyaaak sekali hal yang terlalu luar biasa untuk  dituangkan. Terlalu terbatas kosa kata manusia untuk menceritakan jalan cerita di awal semester yang sungguh sangat spekta ini. Halah. Sorry, sorry ... itu tadi efek sifat (sok) seriusku selama jadi mahasiswa yang kebawa-bawa sampai sini. (Ngek, emang kamu pernah serius gitu, Rin?) Ya maunya sih serius, tapi tetep aja lama-lama sifat tololnya keluar. Baca paragraf pertama lagi, jadi geli sama bahasanya -_- Tapi beneran deh, jadi maba itu memang luar biasa! Seiring banyaknya kegiatan demi kegiatan yang terlaksana, semakin banyak keluarga baru yang terbentuk. Mulai dari Ospek, sampai hari ini. Keluarga ATS Fibonacci Satelit...

[Ngoceh] Semacam Klarifikasi

Gambar
Untuk kedua kalinya, deretan baju-baju perempuan membuatku kecewa. Apakah sudah tidak ada model baju yang simpel, tapi fashionable . Berkali-kali aku mengitari area pakaian perempuan, tapi yang kutemukan tidak sesuai yang aku cari. Apa ya? Terlalu wah dan heboh. Menurutku. Dan bagiku. Beberapa hari yang lalu aku pergi ke suatu toko, cari-carilah. Lumayankan Mamak lagi bolong. Lagian aku juga butuh me- restock pakaian-pakaianku. Walau itu hanya sedikit demi sedikit, satu kali seminggu (eh terlalu mupeng) atau sebulan.  Pertama yang kutuju adalah deretan kemeja. Namun nihil, aku tidak menemukan kemeja-kemeja yang biasa tergantung rapi di tempatnya. Justru kaos-kaos yang kutemukan. Maka aku berputar-putar untuk menemukannya. Aku garuk-garuk kepala, ternyata tatanan toko itu ganti. Membuatku sedikit sulit untuk menemukan barang dengan kategori tertentu. Perempuan dan laki-laki pun sudah memiliki area masing-masing. Tidak beruntungnya, aku datang setelah lebaran. So , banyak ga...